Mengenal Politik Dalam Islam

Ilmu atau teori politik Islam bersumber dan diderivasi dari Alquran. Mungkin ini dianggap klaim berlebihan, tetapi sebenarnya tidak juga. Sebab politik menyangkut banyak bidang kehidupan, sedangkan ayat-ayat dalam Alquran banyak membicarakan masalah kehidupan sosial termasuk politik. Meski ayat-ayat itu baru berupa semisal konsep, namun jika dipahami dengan penalaran yang cerdas akan ditemukan prinsip luhur berpolitik. Konsep-konsep semisal dalam ayat-ayat itu berkaitan antara satu dengan yang lain dan membentuk struktur konsep yang sistemik.

Sebagai contoh konsep khalifah di bumi (QS. Al-Baqarah: 30, QS. An-Nur: 55, QS. An-Naml: 62, QS. As-Shad: 26, QS. Al-An’am: 165), berkaitan erat dengan konsep hukum dan keadilan (QS. An-Nisa: 58, 105, 135, QS. Al-Maidah: 6) dan juga kepemimpinan (QS. Ali-Imran: 118, QS. An-Nisa: 49, QS. Asy-Syu’ara: 15-152). Masalah kepemimpinan berkaitan dengan masalah musyawarah (QS. Ali-Imran: 159, QS. As-Suraa’: 38). Prinsip persatuan dan persaudaraan (QS. Ali-Imran: 103, QS. Al-Hujurat: 10) berkaitan dengan prinsip persamaan (QS. An-Nisa: 1), tolong-menolong, membela yang lemah (QS. Al-Maidah: 2, QS. At-Taubah: 11, QS. Al-Balad: 12-16), perdamaian dan peperangan (QS. An-Nisa: 89-90, QS. Al-Anfal: 61) dan lain sebagainya yang sangat komplek, sekompleks kehidupan manusia itu sendiri (Hamid Fahmy Zarkasyi, ISLAMIA, Identitas dan Problem Politik Islam, Vol. V, 2009: 5-6).

فَقَدْ آتَيْنَا آلَ إِبْرَاهِيمَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَآتَيْنَاهُمْ مُلْكًا عَظِيمًا (٥٤)

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar” (QS. An-Nisa: 54).

الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الأرْضِ أَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الأمُورِ (٤١)

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan” (QS. Al-Hajj: 41).

 

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الأمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا (٥٨)

Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat” (QS. An-Nisa: 58).

Makna kerajaan, kedudukan, hukum, dan keadilan sebagaimana telah tertulis dalam ayat-ayat di atas adalah makna-makna yang mewakili makna politik. Menurut Muhammad Elvandi, politik yang berarti pengelolaan urusan manusia sangat memadai untuk kalimat-kalimat tersebut, juga untuk makna-makna serupa yang sangat banyak di dalam Alquran. Betul bahwa istilah politik atau as-siyasah tidak tercantum di dalam Alquran, tetapi prinsip-prinsip politik sangat ditekankan di dalamnya sebagai pegangan manusia dalam berinteraksi di tengah masyarakat luas.

Jika dalam Alquran terdapat esensi politik walau tidak ada sama sekali istilah politik atau as-siyasah maka dalam Hadits, politik dalam konteks pengeloaan manusia terdapat dalam Hadits riwayat Imam Bukhari dari Abu Hurairah r.a.:

كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُمْ الأَنْبِيَاءُ

Artinya: “… (Zaman dahulu) Bani Israil itu dipimpin oleh para Nabi”.

Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathu Al-Bari, sebagaimana dinukil oleh Muhammad Elvandi bahwa kata yasusu yang menjadi akar kata as-siyasah dalam Hadits shahih tersebut menunjukkan bahwa masyarakat harus memiliki seseorang yang mengelola dan memimpin masyarakat ke jalan yang benar, dan membela yang teraniaya dari para pelanggar.

Siyasah (politik) secara bahasa berarti mengelola, mengatur, memerintah, dan melarang sesuatu. Yusuf Qardhawi mengartikan politik adalah semua yang berhubungan dengan pemerintahan dan pengelolaan masyarakat madani. Kemudian Abdul Wahab Khallaf mendefinisikan siyasah sebagai pengelolaan masalah umum bagi Negara bernuansa Islam yang menjamin terealisasinya kemaslahatan dan terhindar dari kemudharatan dengan tidak melanggar ketentuan syariat. Selanjutnya dalam buku As-Siyasah Al-Hakimah, sebagaimana dinukil oleh Abdul Hamid Al-Ghazali dalam bukunya yang berjudul “Pilar-pilar Kebangkitan Umat” dijelaskan bahwa Ibnu Qayyim mendefinisikan politik adalah semua aktivitas yang mendekatkan manusia kepada kemaslahatan dan menjauhkan dari kerusakan, meskipun tidak pernah ditegaskan oleh Rasul dan tidak pernah disinggung oleh wahyu yang diturunkan, karena semua jalan yang bisa mengantarkan kepada keadilan, maka jalan itu adalah bagian dari agama ini (Islam).

Dalam tradisi Arab, orang yang memegang kekuasaan secara politik adalah orang yang mengurusi urusan rakyat, mengaturnya, dan menjaganya. Kemudian yang lebih menarik adalah bahwa ternyata politik itu tidak identik dengan kekuasaan dan memanfaatkan orang lain untuk kepentingan pribadi atau golongan. Dalam kitabMu’jamu Lugghatil Fuqaha jilid 1, hal: 237, sebagaimana dinukil oleh Jasiman, bahwa dalam hal siyasah ada dua kata kunci yang dapat diambil dari kamus bahasa para fuqaha, yaitu cinta dan pelayanan.

Dalam sejarah peradaban Islam, telah banyak ulama-ulama klasik yang menulis berkaitan dengan masalah politik. Seperti Ibnu Abi Rabi (w. 842M) menulis buku berjudul Suluk al-Malik fi tadbir al-Mamalik, Al-Farabi (w. 339H/ 950M) menulis buku Ara Madinat al-Fadhilah, Al-Mawardi (w. 450H/ 1058M) yang menulis teori politiknya dalam buku berjudul Al-Ahkam al-Sultaniyah, Al-Ghazali (w. 505H/ 1111M) menulis buku berjudul Al-Tibrul Masbuk fi Nasihat al-Muluk, dan Ibnu Taimiyyah (w. 728H/ 1328) menulis buku Al-Siyasah al-Syar’iyyah.

Islam sebagai agama yang komprehensif telah banyak berbicara terkait seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk politik. Oleh karenanya antara agama dan politik tidak ada sekularisasi (pemisahan). Sebagaimana pandangan seorang ulama kontemporer, yaitu Hasan Al-Banna, bahwa politik tidak terlepas dari Islam. Hal demikian berangkat dari pemahamannya bahwa Islam mencakup dan mengatur seluruh aspek kehidupan manusia di mana politik adalah sebagian diantaranya. Memisahkan agama dari politik atau memisahkan politik dari agama sama saja dengan memisahkan agama ini dari kehidupan sebagaimana yang dilakukan oleh kaum sekuler. Atas dasar itu, secara tegas Hasan Al-Banna mengatakan bahwa seorang muslim tidak akan sempurna keislamannya kecuali bila ia menjadi politikus, memberikan perhatian terhadap problematika umat, dan peduli kepadanya. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa setiap organisasi keislaman harus menjadikan kepedulian terhadap problematika politik umat sebagai program utamanya, dan bila tidak maka ia sendiri masih perlu untuk memahami Islam itu sendiri.

Sumber : Dakwatuna

Wisata di Kota Tua Semarang

    



 Semarang merupakan ibu kota dari Provinsi Jawa Tengah dimana banyak sekali menawarkan keunikan sebuah kota tua. Kota tua di Semarang memperlihatkan bagaimana suasana kota yang bernuansa zaman dahulu. Sekarang kota tua sudah berubah menjadi daerah kunjungan wisata baik dalam negeri maupun luar negeri. Dengan tetap mempertahankan arsitektur dan suasana zaman dahulu ini yang memberikan rasa ketertarikan pengunjung dari berbagai daerah.

    Dengan banyaknya bangunan yang berarsiterktur eropaini menandakan bahwa dulu pengaruh pemerintahan kolonial belanda memberikan dampak juga pada proses pembangunan sebuah kota tua di Semarang yang menjadi pusat perdagangan dan ekonomi Hindia Belanda. Dengan penambahan spot-spot foto yang untuk selfie menambah ketertatarikan untuk generasi muda untuk mengeksplor keindahan kota tua.




Bupati Subang Jangan Tergoda Angin Segar Kawasan Industri

 



Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat (Jabar) Ono Surono 'menjewer' salah seorang pengurusnya yag juga Bupati Subang H Ruhimat terkait program kerja.

Menurut Ono, Bupati Subang dan jajarannya untuk tidak tergoda dengan kawasan industri yang bakal hadir di Kabupaten Subang. Sebab, kondisi tanah air saat ini adalah terjadi rawan terjadi krisis pangan dan bahan pangan yang meningkat.

"Pertanian harus tetap menjadi perhatian, itulah yang menjadi tulang punggung pangan bagi Subang saat ini juga nasional," ucap Ono di Subang, Sabtu (16/4).

Hal ini tak lain berkaca dari kasus Karawang yang masuk menjadi 5 daerah di Jawa Barat yang menjadi daerah rentan kemiskinan.

Kita lihat Karawang, kawasan industri banyak, UMR nya juga salah satu yang tertinggi nasional, tapi kini jadi Kawasan dengan Kemiskinan Ekstrem, setelah 5 daerah pada tahun 2021 di Jabar, kini meningkat jadi 17 Kabupaten/Kota,” terang Ono.

Hal ini merupakan hasil dari alih fungsi lahan ke zona/kawasan industri yang tak berjalan lancar serta pertanian warga lokal yang justru sedikit terserap dan diberdayakan dalam kawasan industri.

“Banyak orang luar Karawang yang bekerja di Karawang, sedangkan banyak orang Karawang yang juga tersisih, dengan berbagai macam alasan seperti tak punya skill. Tapi seharusnya, warga sekitar kawasan industri yang merupakan warga Karawang mendapat prioritas, imbas yang terjadi sekarang,” imbuhnya.

Mendapat pesan tersebut, Bupati Subang H Ruhimat juga menyambut baik saran dan masukan tersebut. Pertanian juga menurut Ruhimat masih menjadi prioritas bagi Pemkab Subang.

Namun di sisi lain, Bupati bersungguh-sungguh ingin mempersiapkan agar perubahan Kabupaten Subang dimasa depan menjadi zona industri harus dipersiapkan dengan maksimal. diucapkan juga berkali-kali dijelaskan, tak ingin warganya menjadi penonton sendiri.

“Tentu kita harus berusaha, termasuk dengan melakukan pelatihan-pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Kita akan berusaha untuk menyiapkan SDM, saya tentu tidak ingin warga hanya jadi penonton dengan datangnya zona industri besok,” ucap Ruhimat.


Sumber : Tintahijau.com

RAMADHAN BULAN JIHAD LITERASI

 

Membaca merupakan sesuatu yang sangat sulit bagi beberapa kalangan yang ada di tanah air. Mereka lebih senang bermain games online, makan dan belanja di mall, serta lebih banyak dihabiskan untuk hal yang tidak bermanfaat. Membaca belum menjadi suatu budaya yang ada di tanah air Indonesia dan perlu kerja keras untuk menajamkan masalah literasiatau membaca. Apalagi persoalan untuk membaca Al Qur'an yang masih sangat jauh dari kebiasaan yang diajarkan Rosullah.

Bersyukur kita bertemu di dalam bulan suci ramadhan  yang di dalamnya merupakan bulan diturunkan Al Qur'an. Momentum bagi kita untuk kembali mempelajari dan membaca Al Qu'an secara tartil. Karen tak jarang waktu kita dihabiskan untuk kegiatan yang terkadang hanya masalah duniawi saja.

Saking mulianya bulan suci Ramadhan, maka semua kitab suci agama surga diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi dan Rasul-Nya untuk dijadikan pedoman dan acuan dalam menasihati agar taat beribadah kepada-Nya. Serta menjadi tempat ibadah untuk mengarungi samudra kehidupan di dunia yang fana ini serta untuk mengenal dan memahami Tuhan yang disembah-Nya.

Surat Al Baqarah ayat 185 menjelaskan keistimewaan bulan Ramadan. Salah satunya sebagai bulan diturunkannya Al Quran pertama kali.

Artinya: “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan tentang petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil). Oleh karena itu barang siapa di antara kamu berada di Dan barang siapa yang sakit atau dalam perjalanan (tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya, pada hari-hari lainnya. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu. bilangan itu dan bertasbihlah kepada Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.”

Kitab suci Al Quran yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir dan penutup risalah kenabian. Al-Qur'an juga merupakan wahyu dan kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui syafaat malaikat Jibril dan disampaikan kepada umat manusia untuk menjadi pedoman dan pedoman dalam kehidupan di dunia ini. Sehingga sebagai pedoman perlu dibaca dan dipahami secara mendalam dalam memperkuat keimanan kepada Allah SWT.

Rasulullah (saw) berkata: "Dan tidak suatu kaum berkumpul dalam satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid), mereka membaca Kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka sendiri, kecuali perdamaian akan turun atas mereka, cinta akan menyelimuti mereka, para malaikat akan melindungi mereka, dan Allah akan menyebut mereka di antara makhluk-makhluk yang berada di sisi-Nya". (HR.Muslim)

Pembiasaan membaca alquran dan membaca buku menjadi kunci dari pengembangan karakter remaja yang masih menjadi siswa dan mahasiswa. Pembiasaan yang dapat terekam dalam ingatan dan memorinya otaknya dapat membangun rangsangan berfikir untuk menjadikan literasi atau membaca sesuatu hal yang penting buat giat kehidupannya pada masa yang akan datang. Hal ini juga merupakan bagian pembelajaran kehidupan di masyarakat.

Al-Qur'an sebagai pedoman hidup manusia yang kemudian diturunkan melalui Nabi saw di Gua Hira. Ayat pertama yang difirmankan Allah swt telah menjelaskan pentingnya literasi dalam kehidupan, khususnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan. ALalaq ayat 1-5: “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu Maha Penyayang. Yang mengajar (Manusia) dengan pena. Dia mengajari manusia apa yang dia tidak tahu.".

Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa Alquran adalah bentuk kata benda infinitif (mashdar) dari kata qara`a yang bermakna membaca atau mengumpulkan. Jika Alquran berasal dari Kata qora'a atau iqra yang bermakna membaca, maka Alquran berarti bacaan, sedangkan jika berasal dari kata qara`a yang bermakna mengumpulkan, maka Alquran berarti kumpulan, karena Alquran itu berisi kumpulan kisah-kisah dan hukum Pengertian secara bahasa ini telah menggambarkan bahwa al-Quran berkaitan dengan kegiatan pembelajaran, pendidikan, dan pengajaran yang antara satu ayat dan ayat lainnya merupakan satu kesatuan yang saling menjelaskan dan menafsirkan satu sama lain. 

Di dalam proses pembelajaran dan pengajaran serta pendidikan Al Quran itu menjadi rujukan kebenaran bagi tuntunan kehidupan umat manusia. Al Quran menjadi petunjuk bagi umat Islam dalam rangka memproleh kebahagiaan dan keselamatan hidup manusia serta manusia memperoleh ilmu pengetahuan.

Kebenaran ilmu pengetahuan dan hakekat ilmu pengetahuan itu ada dua sumber yaitu pertama ayat al matluwah (yang dapat dibaca) yakni Al-Qur'an dan kedua ayat al-Majluwah (yang dapat dilihat)

yakni alam semesta keduanya bersumber dari Allah ayat al-matluwah adalah firmannya dan ayat al-Majluwah adalah ciptaannya. Inilah hakekat ilmu pegetahuan yang tak terbatas.

Diantara kandungan makna Al-Qur'an yang di dalamnya terdapat mukjizat, tanda atau alamat, pelajaran atau peringatan, suatu hal yang menakjubkan, kelompok atau kumpulan, dan dalil. Misalnya kisah Nabi dan Rasul, kisah raja-raja Fir'aun, dan kisah-kisah lainnya. Secara istilah ayat diartikan sebagai bilangan dan istilah kalam yang memiliki “mengikat ilmu dengan tulisan” Allah yang tertuang dalam sebuah surat Al-Qur'an. Sedangkan arti surah ditinjau dari sisi etimologis adalah manzilah atau kedudukan. Dan surah secara terminologi berarti sejumlah ayat Al-Qur'an yang memiliki awal dan akhir.  

Di dalam Al Quran terdapat kisah atau peristiwa pembelajaran sebagai bahan renungan untuk manusia dan peserta didik. Agar peristiwa itu diikat dengan ragam pengetahuan untuk ditulis secara metodologi ilmiah. Sehingga peristiwa memiliki suatu kedudukan yang berarti dalam perjalanan kehidupan manusia di dunia yang mempunyai suatu fase permulaan dan fase berkesudahan.

Membangun tradisi literasi berarti dia membangun kemampuan seseorang untuk dapat mengenal, memahami dan berkomunikasi. Sehingga akan terbangun suatu ketrampilan pengetahuan tentang membaca (bacaan), memproduksi teks (dengan menulis), dan memperoleh alat-alat dan kapasitas intelektual agar dapat berpartisipasi dalam budaya dan lingkungannya.

Tujuannya adalah dengan berliterasi Al Quran manusia dalam hal ini peserta didik dapat membangun komunikasinya secara lebih dalam dan dekat dengan Allah sebagai penciptanya. Pada sisi yang lain dapat membangun motivasi keberagamaan hidupnya dalam mempelajari ilmu pengetahuan lainnya. Sehingga terjadi keseimbangan dalam membangun dan mengembangkan karakternya.

Momentum Jihad literasi perlu digelorakan seluruh komponen umat Islam agar paham dan mengerti maksud dari kandungan ayat dalam al qu'an. Walaupun dalam prosesnya semangat jihad literasi memiliki perbedaan pada akhirnya dalam menafsirkan suatu ayat, teks dalam alquran. Jihad untuk membersamai al quran dalam mengkokohkan dan mendekatkan diri kepada Allah. Serta membangun paradigma berfikir secara utuh dan menyeluruh dalam memahami dinamika persoalan kehidupan.

Proses membangun ketrampilan berliterasi dapat ditandai dengan delapan kemampuan literasi informasi yang meliputi : identify, explore, select, organize, create, present, assess, dan apply (mengidentifikasi, mengeksplorasi, memilih, mengatur, membuat, mempresentasikan, menilai, dan menerapkan). https://ejournal.uinib.ac.id/jurnal/index.php/murabby

Ketrampilan pertama identify artinya mengidentifikasi pengenalan huruf dalam alquran, pengenalan tajwid serta arti kandungan dalam alqur'an. Dalam tahap ini pentingnya peran guru yang mengerti tentang huruf, tajwid dan arti dalam alquran. Setelah itu belajar sendiri dengan bantuan buku atau sumber teks yang terdapat dalam internet.

Kedua. Explore atau mengeksplorasi artinya belajar mengeluarkan bacaan hurufnya harus sesuai dengan maksud keluar hurufnya. Ketiga select atau memilih belajar membaca huruf yang mudah untuk dikuasai. Keempat organize atau mengatur keluar masuknya huruf yang sesuai dengan makhroj. Kelima create atau menulis huruf-huruf arab itu dengan cara menyalin. Keenam present atau mempresentasikan antara bunyi huruf dengan tulisannya. Ketujuh menilai atau assess artinya menilai sampai dimana penguasaan materi berupa huruf arab dalam al quran beserta artinya. Kedelapan apply atau menerapkan artinya ilmu literasi dalam al quran perlu diterapkan dalam kegiatan belajar ilmu yang lain.

Proses literasi alquran diharapkan membumi dalam kehidupan masyarakat. Al Quran betul-betul dijaga dan dirawat dengan cara membaca, memahami bahkan menghafalnya,Kedekatan al quran perlu dibangun dengan berbagai macam, ketrampilan pembiasan membaca. Sehingga akan terbangun suatu suasana yang adem dan nyaman dengan suara-suara ayat suci Al Quran.

Pesan-pesan yang ada dalam kandungan teks ayat suci Al Quran harus dibawa dalam kehidupan sehari-hari. Kunci-kunci kehidupan agar kita hidup bahagia dan penuh kenyamanan perlu direfleksikan dan diejawantahkan dalam sikap membersamai Al Quran. Kunci kehidupan yang ada dalam teks Al Qur'an perlu dibuka setiap waktu dan setiap saat pada saat kita saat susah atau pada saat kita senang. Di dalamnya terdapat obat penghibur dan doa untuk kita jadikan renungan dalam menjalani kehidupan.

Momentum Ramadhan dimanfaatkan untuk kegiatan besar literasi Alquran dan literasi dengan bahan bacaan atau buku yang menunjang ilmu pengetahuan. Literasi digital juga perlu dimobilisasi menggunakan alat yang sering digunakan. Menggunakan tools dan ketersediaan internet memudahkan kita untuk menemukan konten yang bisa digunakan untuk belajar.

Ada beberapa hal yang perlu kita kembangkan dalam memulai literasi, Pertama mulailah dari diri sendiri disertai dengan niat untuk mencari keberkahan dan kemulian dari literasi Al Quran dan literasi pengetahuan yang lain. Tajamkan niat dan kokohkan hati untuk selalu membersamai Al Quran untuk belajar sepanjang hayat. Kedua. Mulai dari hal yang kecil kita belajar literasi Al Quran mulai dari belajar mengenal huruf, melafalkan bunyi huruf, membacanya secara tartil, menghafal kemudian membaca artinya. Semua itu perlu pelan-pelan tidak asal dalam mempelajarinya. Ketiga. Mulai saat ini artinya literasi Al Quran perlu disegerakan jangan ditunda untuk mempelajarinya. Di dalamnya terdapat sumber pengetahuan dan tuntunan kehidupan di dunia dan akhirat kelak.

Kita sebagai manusia yang butuh berinteraksi dengan Kalam Allah yaitu Al Quran setiap waktu dan setiap saat. Butuh pengorbanan tenaga, biaya serta usaha yang sungguh-sungguh dalam mempelajari Al Qur'an. Kita yang mendatangai Al Quran dengan membacanya walaupun terbata-bata bukan sebaliknya Al Quran yang mendatangi kita. Karena pada prinsipnya ilmu itu perlu didatangi dan dihampiri bukan sebaliknya.

Sumber : Kompasiana

Mengenal Politik Dalam Islam

Ilmu atau teori politik Islam bersumber dan diderivasi dari Alquran. Mungkin ini dianggap klaim berlebihan, tetapi sebenarnya tidak juga. Se...