Membaca
merupakan sesuatu yang sangat sulit bagi beberapa kalangan yang ada di tanah
air. Mereka lebih senang bermain games online, makan dan belanja di mall, serta
lebih banyak dihabiskan untuk hal yang tidak bermanfaat. Membaca belum menjadi
suatu budaya yang ada di tanah air Indonesia dan perlu kerja keras untuk
menajamkan masalah literasiatau membaca. Apalagi persoalan untuk membaca Al Qur'an
yang masih sangat jauh dari kebiasaan yang diajarkan Rosullah.
Bersyukur kita bertemu di dalam
bulan suci
ramadhan yang di dalamnya merupakan bulan
diturunkan Al Qur'an. Momentum bagi kita untuk kembali mempelajari dan membaca
Al Qu'an secara tartil. Karen tak jarang waktu kita dihabiskan untuk kegiatan
yang terkadang hanya masalah duniawi saja.
Saking mulianya bulan suci Ramadhan, maka semua kitab suci agama surga diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi dan Rasul-Nya untuk dijadikan pedoman dan acuan dalam menasihati agar taat beribadah kepada-Nya. Serta menjadi tempat ibadah untuk mengarungi samudra kehidupan di dunia yang fana ini serta untuk mengenal dan memahami Tuhan yang disembah-Nya.
Surat Al Baqarah ayat 185
menjelaskan keistimewaan bulan Ramadan. Salah satunya sebagai bulan
diturunkannya Al Quran pertama kali.
Artinya: “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan tentang petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil). Oleh karena itu barang siapa di antara kamu berada di Dan barang siapa yang sakit atau dalam perjalanan (tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya, pada hari-hari lainnya. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu. bilangan itu dan bertasbihlah kepada Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.”
Kitab suci Al Quran yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir dan penutup risalah kenabian. Al-Qur'an juga merupakan wahyu dan kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui syafaat malaikat Jibril dan disampaikan kepada umat manusia untuk menjadi pedoman dan pedoman dalam kehidupan di dunia ini. Sehingga sebagai pedoman perlu dibaca dan dipahami secara mendalam dalam memperkuat keimanan kepada Allah SWT.
Rasulullah (saw) berkata: "Dan tidak suatu kaum berkumpul dalam satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid), mereka membaca Kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka sendiri, kecuali perdamaian akan turun atas mereka, cinta akan menyelimuti mereka, para malaikat akan melindungi mereka, dan Allah akan menyebut mereka di antara makhluk-makhluk yang berada di sisi-Nya". (HR.Muslim)
Pembiasaan membaca alquran dan
membaca buku menjadi kunci dari pengembangan karakter remaja yang masih menjadi
siswa dan mahasiswa. Pembiasaan yang dapat terekam dalam ingatan dan memorinya
otaknya dapat membangun rangsangan berfikir untuk menjadikan literasi atau
membaca sesuatu hal yang penting buat giat kehidupannya pada masa yang akan
datang. Hal ini juga merupakan bagian pembelajaran kehidupan di masyarakat.
Al-Qur'an sebagai pedoman hidup manusia yang kemudian diturunkan melalui Nabi saw di Gua Hira. Ayat pertama yang difirmankan Allah swt telah menjelaskan pentingnya literasi dalam kehidupan, khususnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan. ALalaq ayat 1-5: “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu Maha Penyayang. Yang mengajar (Manusia) dengan pena. Dia mengajari manusia apa yang dia tidak tahu.".
Muhammad bin Shalih al-Utsaimin
menjelaskan bahwa Alquran adalah bentuk kata benda infinitif (mashdar) dari
kata qara`a yang bermakna membaca atau mengumpulkan. Jika Alquran berasal dari
Kata qora'a atau iqra yang bermakna membaca, maka Alquran berarti bacaan,
sedangkan jika berasal dari kata qara`a yang bermakna mengumpulkan, maka
Alquran berarti kumpulan, karena Alquran itu berisi kumpulan kisah-kisah dan
hukum Pengertian secara bahasa ini telah menggambarkan bahwa al-Quran berkaitan
dengan kegiatan pembelajaran, pendidikan, dan pengajaran yang antara satu ayat
dan ayat lainnya merupakan satu kesatuan yang saling menjelaskan dan
menafsirkan satu sama lain.
Di dalam proses pembelajaran dan
pengajaran serta pendidikan Al Quran itu menjadi rujukan kebenaran bagi
tuntunan kehidupan umat manusia. Al Quran menjadi petunjuk bagi umat Islam
dalam rangka memproleh kebahagiaan dan keselamatan hidup manusia serta manusia
memperoleh ilmu pengetahuan.
Kebenaran ilmu pengetahuan
dan hakekat ilmu pengetahuan itu ada dua sumber yaitu pertama ayat al matluwah
(yang dapat dibaca) yakni Al-Qur'an dan kedua ayat al-Majluwah (yang dapat
dilihat)
yakni alam semesta keduanya
bersumber dari Allah ayat al-matluwah adalah firmannya dan ayat al-Majluwah
adalah ciptaannya. Inilah hakekat ilmu pegetahuan yang tak terbatas.
Diantara kandungan makna Al-Qur'an yang di dalamnya terdapat mukjizat, tanda atau alamat, pelajaran atau peringatan, suatu hal yang menakjubkan, kelompok atau kumpulan, dan dalil. Misalnya kisah Nabi dan Rasul, kisah raja-raja Fir'aun, dan kisah-kisah lainnya. Secara istilah ayat diartikan sebagai bilangan dan istilah kalam yang memiliki “mengikat ilmu dengan tulisan” Allah yang tertuang dalam sebuah surat Al-Qur'an. Sedangkan arti surah ditinjau dari sisi etimologis adalah manzilah atau kedudukan. Dan surah secara terminologi berarti sejumlah ayat Al-Qur'an yang memiliki awal dan akhir.
Di dalam Al Quran terdapat kisah
atau peristiwa pembelajaran sebagai bahan renungan untuk manusia dan peserta
didik. Agar peristiwa itu diikat dengan ragam pengetahuan untuk ditulis secara
metodologi ilmiah. Sehingga peristiwa memiliki suatu kedudukan yang berarti
dalam perjalanan kehidupan manusia di dunia yang mempunyai suatu fase permulaan
dan fase berkesudahan.
Membangun tradisi literasi berarti dia membangun kemampuan seseorang untuk
dapat mengenal, memahami dan berkomunikasi. Sehingga akan terbangun suatu
ketrampilan pengetahuan tentang membaca (bacaan), memproduksi teks (dengan
menulis), dan memperoleh alat-alat dan kapasitas intelektual agar dapat
berpartisipasi dalam budaya dan lingkungannya.
Tujuannya adalah dengan
berliterasi Al Quran manusia dalam hal ini peserta didik dapat membangun
komunikasinya secara lebih dalam dan dekat dengan Allah sebagai penciptanya.
Pada sisi yang lain dapat membangun motivasi keberagamaan hidupnya dalam
mempelajari ilmu pengetahuan lainnya. Sehingga terjadi keseimbangan dalam
membangun dan mengembangkan karakternya.
Momentum Jihad literasi perlu
digelorakan seluruh komponen umat Islam agar paham dan mengerti maksud dari
kandungan ayat dalam al qu'an. Walaupun dalam prosesnya semangat jihad literasi
memiliki perbedaan pada akhirnya dalam menafsirkan suatu ayat, teks dalam
alquran. Jihad untuk membersamai al quran dalam mengkokohkan dan mendekatkan
diri kepada Allah. Serta membangun paradigma berfikir secara utuh dan
menyeluruh dalam memahami dinamika persoalan kehidupan.
Proses membangun ketrampilan
berliterasi dapat ditandai dengan delapan kemampuan literasi informasi yang
meliputi : identify, explore, select, organize, create, present, assess, dan
apply (mengidentifikasi, mengeksplorasi, memilih, mengatur, membuat,
mempresentasikan, menilai, dan menerapkan). https://ejournal.uinib.ac.id/jurnal/index.php/murabby
Ketrampilan pertama identify
artinya mengidentifikasi pengenalan huruf dalam alquran, pengenalan tajwid
serta arti kandungan dalam alqur'an. Dalam tahap ini pentingnya peran guru yang
mengerti tentang huruf, tajwid dan arti dalam alquran. Setelah itu belajar
sendiri dengan bantuan buku atau sumber teks yang terdapat dalam internet.
Kedua. Explore atau
mengeksplorasi artinya belajar mengeluarkan bacaan hurufnya harus sesuai dengan
maksud keluar hurufnya. Ketiga select atau memilih belajar membaca huruf yang
mudah untuk dikuasai. Keempat organize atau mengatur keluar masuknya huruf yang
sesuai dengan makhroj. Kelima create atau menulis huruf-huruf arab itu dengan
cara menyalin. Keenam present atau mempresentasikan antara bunyi huruf dengan
tulisannya. Ketujuh menilai atau assess artinya menilai sampai dimana
penguasaan materi berupa huruf arab dalam al quran beserta artinya. Kedelapan
apply atau menerapkan artinya ilmu literasi dalam al quran perlu diterapkan
dalam kegiatan belajar ilmu yang lain.
Proses literasi alquran
diharapkan membumi dalam kehidupan masyarakat. Al Quran betul-betul dijaga dan
dirawat dengan cara membaca, memahami bahkan menghafalnya,Kedekatan al quran
perlu dibangun dengan berbagai macam, ketrampilan pembiasan membaca. Sehingga
akan terbangun suatu suasana yang adem dan nyaman dengan suara-suara ayat suci
Al Quran.
Pesan-pesan yang ada dalam
kandungan teks ayat suci Al Quran harus dibawa dalam kehidupan sehari-hari.
Kunci-kunci kehidupan agar kita hidup bahagia dan penuh kenyamanan perlu
direfleksikan dan diejawantahkan dalam sikap membersamai Al Quran. Kunci
kehidupan yang ada dalam teks Al Qur'an perlu dibuka setiap waktu dan setiap
saat pada saat kita saat susah atau pada saat kita senang. Di dalamnya terdapat
obat penghibur dan doa untuk kita jadikan renungan dalam menjalani kehidupan.
Momentum Ramadhan dimanfaatkan untuk kegiatan besar literasi Alquran dan literasi dengan bahan bacaan atau buku yang menunjang ilmu pengetahuan. Literasi digital juga perlu dimobilisasi menggunakan alat yang sering digunakan. Menggunakan tools dan ketersediaan internet memudahkan kita untuk menemukan konten yang bisa digunakan untuk belajar.
Ada beberapa hal yang perlu kita
kembangkan dalam memulai literasi, Pertama mulailah dari diri sendiri disertai
dengan niat untuk mencari keberkahan dan kemulian dari literasi Al Quran dan
literasi pengetahuan yang lain. Tajamkan niat dan kokohkan hati untuk selalu
membersamai Al Quran untuk belajar sepanjang hayat. Kedua. Mulai dari hal yang
kecil kita belajar literasi Al Quran mulai dari belajar mengenal huruf,
melafalkan bunyi huruf, membacanya secara tartil, menghafal kemudian membaca
artinya. Semua itu perlu pelan-pelan tidak asal dalam mempelajarinya. Ketiga.
Mulai saat ini artinya literasi Al Quran perlu disegerakan jangan ditunda untuk
mempelajarinya. Di dalamnya terdapat sumber pengetahuan dan tuntunan kehidupan
di dunia dan akhirat kelak.
Kita sebagai manusia yang butuh
berinteraksi dengan Kalam Allah yaitu Al Quran setiap waktu dan setiap saat.
Butuh pengorbanan tenaga, biaya serta usaha yang sungguh-sungguh dalam mempelajari
Al Qur'an. Kita yang mendatangai Al Quran dengan membacanya walaupun
terbata-bata bukan sebaliknya Al Quran yang mendatangi kita. Karena pada
prinsipnya ilmu itu perlu didatangi dan dihampiri bukan sebaliknya.
Sumber : Kompasiana
No comments:
Post a Comment