Pemerintah Memutuskan Harga Minyak Goreng Mengikuti Mekanisme Pasar

     Pemerintah Indonesia akhirnya memutuskan untuk harga minyak goreng mengikuti mekanisme pasar. ditengah kelangkaan minyak yang masih terjadi dibeberapa daerah, dengan kebijakan tersebut maka harga minyak kemasan tidak lagi mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET), yang mengacu pada keputusan Menteri Perdagangan nomor 6 Tahun 2022 yang berlaku pada 1 Februari lalu, dimana HET minyak kemasan premium diangka 14.000/liter.

    Dalam rencana tersebut pemerintah mempertimbangkan karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan minyak goreng curah, untuk soal minyak kemasan dibiarkan untuk mengikuti mekanisme harga pasar. Jadi nanti kita akan jaga harga eceran tertinggi minyak curah sementara masyarakat yang akan membeli minyak kemasan bisa menyesuaikan dengan kebutuhannnya.

    Dengan kebijakan penyerahan pada mekanisme pasar, akan juga menimbulkan dampak yang signifikan juga karena hari ini masyarakat kebanyakan sudah menggunakan minyak kemasan, kerena sudah meningkatnya kesadaran akan pola hidup sehat. Semoga pemerintah bisa mengkaji lebih dalam lagi terkait kebijakan yang telah dibuat terkait penghapusan HET minyak kemasan.

BANDUNG BJB TANDAMATA KALAHKAN GRESIK PUPUK PETROKIMIA PADA GRAND FINAL PRO LIGA

 

Bandung BJB Tandamata mampu ungguli Gresik Pupuk Petrokimia pada grand final Pro Liga 2022

Pada tanggal 11 Maret 2022, pertandingan  laga final voli Pro Liga antara BJB Tanda Mata dengan Gresik Petrokimia pertandingan berlangsung sangat sengit, pertadingan dilaksanakan di  Padepokan Voli Jenderal polisi Kunarto di Sentul Jawa Barat. Dalam ajang Proliga 2022 pertemuan antara  Gresik Pupuk Petrokimia dengan Bandung BJB sudah berlangsung dua putaran, yang pertama yang pertama pada tanggal 15 Januari 2022 dengan kemenangan GPP  dengan skor 3-1. Lalu pada putaran kedua, pada minggu 6 Maret 2022, Gresik Petrokimia kembali unggul dengan skor3-2, yaitu 25-21, 11-25, 25-23, 27-29 dan 15-13.

 Pada babak pertama permainan menyerang GPP mampu menekan pemain BJB yang belum menemukan ritme permainan terbaiknya pada babak pertama GPP 1-0.  Pada babak kedua Bandung BJB memberikan perlawanan dengan baik, namun sayang dewi fortuna masih milik GPP yang berarti keunggulan untuk  skor 2-0. Pada Babak ketiga dan keempat BJB Bandung mampu membalikan keadaan sehingga menyamakan skor 2-2. Pada Babak penentuan kedua tim saling serang dengan saling mengejar poin, Bandung BJB mampu mempertahankan jarak sehingga skor kemenangan jadi untuk Bandung BJB dengan skor akhir 15-11 untuk kemenangan.

Perlu diketahui bahwa skema final four mengingat sekarang masih pada masa pandemi covid-19. Dua tim teratas akan bertemu di grand final pada tanggal 26 dan 27 Maret 2022. Untuk tim putri mencakup Jakarta Pertamina Fastron, Bandung BJB Tandamata, Jakarta Mandiri Popsivo dan Gresik Petrokimia Pupuk.

PERSIB SIAP SALIP BALI UNITED DIPAPAN KLASEMEN

 


    Denpasar- Putaran liga 1 semakin menarik dimana persaingan 5 tim papan atas yang saling kejar mengejar poin. Pada hari Rabu tanggal 09 Maret 2022 tersaji laga adu gengsi antara Persib Bandung melawan Arema Malang. Dalam pertandingan ini kedua tim berambisi meraih tiga angka untuk mempersempit jarang dengan pemuncak klasemen sementara yaitu Bali United. Pada pertandingan malam ini kedua tim saling jual beli serangan.

            Pada awal babak Persib menerapkan permainan high pressing  kepada Arema Malang, terbukti pada menit ke-7 Mark Klok hampir membobol gawang Arema, tapi sayang tendangannya masih bisa dihadang pemain lawan. Beberapa kali Persib mendapatkan peluang hasil dari tendangan bola mati yang dilakukan oleh pemain veteran Mark Klok. Arema kemudian juga membalas serangan Persib, pada menit ke-17 hampir saja Carlos Fortes membobol gawang Teja Paku Alam, namun sayang sontekan darinya mampu dimentahkan oleh Teja dengan sangan brilian.

            Pada babak kedua permainan masih berlangsung panas, Arema mampu memanfaatkan peluang pada menit ke-53 lewat bola soloran Rafli yang kemudian bola diceploskan oleh Jayus Hariono, pemuda yang berposisi sebagai Bek Arema Malang. Persib tidak kehilangan asa, beberapa kali percobaan yang dilakukan Persib membahayakan pertahanan Arema Malang.

            Petaka awal untuk Arema hadir pada menit ke-71 dimana bola umpan dari Freth Butuan disambut dengan sundulan tajam oleh Bruno yang menjadi gol penyama kedudukan 1-1 untuk Persib Bandung. Tidak hanya sampai disitu saja, Persib meningkatkan intensitas serangan dan terbukti berhasil pada menit ke-82  lewat tendangan sepak pojok oleh Rasyid yang kemudian di free header oleh Bruno dan menjadi gol penentu kemenangan persib Bandung atas Arema Malang dengan skor akhir 2-1, yang mana atas kemenangan ini Persib menambah pundi 3 poin yang menyamai jumlah poin pemuncak klasemen Bali United yaitu 63 poin. Sementara Arema harus puas di posisi ke-3 dengan jumlah poin 58.


Penulis : Lugina Sariama Lala Mugia, S.Pd.

Dari Gerakan Ke Negara

     Rencana itu terlalu halus untuk dideteksi secara dini oleh para pemimpin musyrik Quraisy.Tiba-tiba saja Makkah terasa lengang dan sunyi. Ada banyak wajah yang terasa perlahan-lahan enghilang dari lingkungan pergaulan. Tapi tidak ada berita. Tidak ada yang tahu secara pasti apa yang sedang terjadi dalam komunitas Muslim di bawah pimpinan Rasulullah SAW. Ini memang bukan rencana yang bisa dirahasiakan dalam waktu lama. Orang-orang musyrik Makkah akhirya memang mengetahui bahwa kaum Muslimin telah berhijrah ke Madinah. Tapi setelah proses hijrah hampir selesai. 
     Maka gemparlah penduduk Makkah. Tapi sebuah episode baru dalam sejarah telah dimulai: sebuah gerakan telah berkembang menjadi sebuah negara, dan sebuah negara telah bergerak menuju peradabannya; sebuah agama telah menemukan “orang-orangnya”, setelah itu mereka akan menancapkan “bangunan peradaban” mereka. Tanah, dalam agama ini, adalah persoalan kedua. Sebab yang berpijak di atas tanah adalah manusia maka di sanalah Islam pertama kali menyemaikan dirinya; dalam ruang pikiran, ruang jiwa, dan ruang gerak manusia. Tanah hanya akan menjadi penting ketika komunitas “manusia baru” telah terbentuk dan mereka membutuhkan wilayah teritorial untuk bergerak secara kolektif, legal, dan diakui sebagai sebuah entitas politik. 
    Karena tanah hanya merupakan persoalan kedua maka tidaklah heran bila pilihan daerah tempat hijrah diperluas oleh rasulullah SAW. Dua kali sebelumnya, kaum Musimin, dalam jumlah yang lebih kecil, berhijrah ke Habasyah (Ethiopia), baru kemudian berhijrah keseluruhan ke Madinah. Tapi, ketika kaum Muslimin sudah berhijrah seluruhnya ke madinah, mereka yang sebelumnya telah berhijrah ke Habasyah tidak serta merta dipanggil oleh Rasulullah SAW. Mereka baru menyusul ke Madinah lima atau enam tahun kemudian. Ketika mereka tiba di Madinah, di bawah pimpinan Ja’far bin Abi Thalib, kaum Muslimin baru saja memenangkan perang Khaibar, sebuah peperangan yang sebenarnya mirip dengan sebuah pengusiran, menyusul pengkhianatan kaum Yahudi dalam perang Khandaq. Berkaitan dengan hal ini, Rasulullah SAW bersabda, “Aku tidak tahu dengan apa aku digembirakan oleh Allah; apakah dengan kemenangan dalam perang Khaibar atau dengan kedatangan Ja’far?” Dari Gerakan Ke Negara Hijrah, dalam sejarah dakwah Rasulullah SAW adalah sebuah metamorfosis dari “gerakan” menjadi negara.
     Tiga belas tahun sebelumnya, Rasulullah SAW melakukan penetrasi sosial yang sangat sistematis, di mana Islam menjadi jalan hidup individu; di mana Islam “memanusia” dan kemudian “memasyarakat”. Sekarang, melalui hijrah, masyarakat itu bergerak linear menuju negara. Melalui hijrah, gerakan itu “menegara”, dan Madinah adalah wilayahnya. Kalau individu membutuhkan aqidah maka negara membutuhkan perangkat sistem. Setelah komunitas Muslim menegara, dan mereka memilih Madinah sebagai wilayahnya, Allah SWT menurunkan perangkat sistem yang mereka butuhkan. Turunlah ayat-ayat hukum dan berbagai kode etik sosial, ekonomi, politik, keamanan dan lain-lain. Lengkaplah sudah susunan kandungan sebuah negara: manusia, tanah, dan sistem. 
    Apa yang kemudian dilakukan Rasulullah SAW sebenarnya relatif mirip dengan semua yang mungkin dilakukan para pemimpin politik yang baru mendirikan negara. Pertama, membangun infrastruktut negara dengan masjid sebagai simbol dan perangkat utamanya. Kedua, menciptakan kohesi sosial melalui proses persaudaraan antarkomunitas darah yang berbeda tapi menyatu sebagai komunitas agama, antara sebagian komunitas “Quraisy” dan “Yatsrib” menjadi komunitas “Muhajirin” dan “Anshar”. Ketiga, membuat nota kesepakatan untuk hidup bersama dengan komunitas lain yang berbeda, sebagai sebuah masyarakat pluralistik yang mendiami wilayah yang sama, melalui piagam Madinah. Keempat, merancang sistem pertahanan negara melalui konsep Jihad fi Sabilillah.
     Lima tahun pertama setelah hijrah kehidupan dipenuhi oleh kerja keras Rasulullah SAW beserta para shahabat beliau untuk mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidup negara Madinah. Dalam kurun waktu itu, Rasulullah SAW telah melakukan lebih dari 40 kali peperangan dalam berbagai skala. Yang terbesar dari semua peperangan itu adalah perang Khandaq, di mana kaum Muslimin keluar sebagai pemenang. Setelah itu tidak ada lagi yang terjadi di sekitar Madinah karena semua peperangan sudah bersifat ekspansif. Negara Madinah membuktikan kekuatan dan kemandiriannya, eksistensinya, dan kelangsungannya.
     Di sini, kaum Muslimin telah membuktikan kekuatannya, setelah sebelumnya kaum Muslimin membuktikan kebenarannya. Jadi, yang dilakukan oleh Rasulullah SAW pada tahapan ini adalah menegakkan negara. Sebagai sebuah bangunan, negara membutuhkan dua bahan dasar: manusia dan sistem. Manusialah yang akan mengisi suprastruktur. Sedangkan sistem adalah perangkat lunak, sesuatu dengan apa negara bekerja. Islam adalah sistem itu. Oleh karena itu Islam bersifat given. Tapi, manusia adalah sesuatu yang dikelola dan dibelajarkan sedemikian rupa hingga sistem terbangun dalam dirinya, sebelum kemudian mengoperasikan negara dalam sistem tersebut. Untuk itulah Rasulullah SAW memilih manusia-manusia terbaik yang akan mengoperasikan negara itu. Selain kedua bahan dasar negara itu, juga perlu ada bahan pendukung lainnya. Pertama, tanah. Tidak ada negara tanpa tanah. Tapi, dalam Islam, hal tersebut merupakan infrastruktur pendukung yang bersifat sekunder sebab tanah merupakan benda netral, yang akan mempunyai makna ketika benda tersebut dihuni oleh manusia dengan cara hidup tertentu.
     Selain berfungsi sebagai ruang hidup, tanah juga merupakan tempat Allah menitip sebagian kekayaan-Nya yang menjadi sumber daya kehidupan manusia. Kedua, jaringan sosial. Manusia sebagai individu hanya mempunyai efektifitas ketika ia terhubung dengan individu lainnya secara fungsional dalam suatu arah yang sama. Itulah perangkat utama yang diberikan untuk menegakkan negara; sistem, manusia, tanah, dan jaringan sosial. Apabila ke dalam unsur-unsur utama itu kita masukkan unsur ilmu pengetahuan dan unsur kepemimpinan maka keempat unsur utama tersebut akan bersinergi dan tumbuh secara lebih cepat. Walaupun, secara implisit, sebenarnya unsur ilmu pengetahuan sudah masuk ke dalam sistem dan unsur kepemimpinan sudah masuk ke dalam unsur manusia. Itulah semua yang dilakukan oleh Rasulullah SAW selama tiga belas tahun berdakwah dan membina sahabat-sahabatnya di Makkah; menyiapkan semua perangkat yang diperlukan dalam mendirikan sebuah negara yang kuat. Hasil dakwah dan pembinaan itulah yang kemudian tumpah ruah di Madinah dan mengkristal secara sangat cepat. Begitulah transformasi itu terjadi. Ketika gerakan dakwah menemui kematangannya, ia menjelma jadi negara; ketika semua persyaratan dari sebuah negara kuat telah terpenuhi, negara itu tegak di atas bumi, tidak peduli di belahan bumu manapun ia tegak. Proses transformasi ini memang terjadi sangat cepat dan dalam skala yang sangat besar. Tapi, proses ini sekaligus mengajari kita dua hakikat besar: pertama, tentang hakikat dan tujuan dakwah serta strategi perubahan sosial. Kedua, tentang hakikat negara dan fungsinya. Perubahan Sosial Tujuan dakwah adalah mengejawantahkan kehendak-kehendak Allah SWT –yang kemudian kita sebut agama, tau syariah- dalam kehidupan manusia. 
    Syariah itu sesungguhnya merupakan sistem kehidupan yang integral, sempurna, dan universal. Karena manusia yang akan melaksanakan dan mengoperasikan sistem tersebut maka manusia harus disiapkan untuk peran itu. Secara struktural, unit terkecil yang ada dalam masyarakat manusia adalah individu. Itulah sebabnya, perubahan sosial harus dimulai dari sana; membangun ulang susunan keribadian individu, mulai dari cara berpikir hingga cara berperilaku. Setelah itu, individu-individu itu harus dihubungkan satu sama lain dalam suatu jaringan yang baru, dengan dasar ikatan kebersamaan yang baru, identitas kolektif yang baru, sistem distribusi sosial ekonomi politik yang juga baru. Begitulah Rasulullah SAW memulai pekerjaannya. 
    Beliau melakukan penetrasi ke dalam masyarakat Quraisy dan merekrut orang-orang terbaik di antara mereka. Menjelang hijrah ke Madinah, beliau juga merekrut orang-orang terbaik dari penduduk Yatsrib. Maka terbentuklah sebuah komunitas baru di mana Islam menjadi basis identitas mereka, aqidah menjadi dasar ikatan kebersamaan mereka, ukhuwah menjadi sistem jaringan mereka, dan keadilan menjadi prinsip dstribusi sosial-ekonomi-politik mereka. Tapi, perubahan itu bermula dari sana; dari dalam individu, dari dalam pikiran, jiwa dan raganya. Model perubahan sosial seperti itu mempunyai landasan pada sifat natural manusia, baik sebagai individu maupun sebagai masyarakat. Perubahan mendasar akan terjadi dalam diri individu jika ada perubahan mendasar pada pola pikirnya karena pikiran adalah akar perilaku. Masyarakat juga begitu. Ia akan berubah secara mendasar jika individu-individu dalam masyarakat itu berubah dalam jumlah yang relatif memadai.
     Tapi, model perubahan ini selalu gradual dan bertahap. Prosesnya lebih cenderung evolusioner, tapi dampaknya selalu bersifat revolusioner. Inilah makna firman Allah SWT “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah diri mereka sendiri.” (Ar-Ra’d:11) Fungsi Negara Dalam konsep politik Islam, syariat atau kemudian kita sebut sistem atau hukum, adalah sesuatu yang sudah ada, given. Negara adalah institusi yang diperlukan untuk menerapkan sistem tersebut. Inilah perbedaan mendasar dengan negara sekuler, di mana sistem atau hukum mereka adalah hasil dari produk kesepakatan bersama karena hal tersebut sebelumnya tidak ada. Sebagai institusi, bentuk negara selalu berubah mengikuti perubahan-perubahan struktur sosial dan budaya masyarakat manusia.
     Dari bentuk negara kerajaan, parlementer, hingga presidensiil. Skala negara juga berubah mengikuti perubahan struktur kekuatan antarnegara, dari imperium besar ke negara bangsa, dan barangkali, yang sekarang jadi mimpi pemerintahan George W. Bush junior di Amerika: negara dunia atau global state. Struktur etnis dan agama dalam sebuah negara juga bisa tunggal dan majemuk. Oleh karena itu semua merupakan variabel yang terus berubah, dinamis, dan tidak statis, maka Islam tidak membuat batasan tertentu tentang negara. Bentuk boleh berubah, tapi fungsinya tetap sama; institusi yang mewadahi penerapan syariat Allah SWT. Itulah sebabnya bentuk negara dan pemerintahan dalam sejarah Islam telah mengalami berbagai perubahan; dari sistem khilafah ke kerajaan dan sekarang berbentuk negara bangsa dengan sistem yang beragam dari monarki, presidensiil, dan parlementer. Walaupun tentu saja ada bentuk yang lebih efektif menjalankan peran dan fungsi tersebut, yaitu sistem khilafah yang sebenarnya lebih mirip dengan konsep global state. 
    Tapi, efektifitasnya tidaklah ditentukan semata oleh bentuk dan sistem pemerintahannya, tapi terutama oleh suprastrukturnya, yaitu manusia. Namun demikian, kita akan melakukan kesalahan besar kalau kita menyederhanakan makna negara Islam dengan membatasinya hanya dengan pelaksanaan hukum, pidana dan perdata, serta etika sosial politik lainnya. Persepsi ini yang membuat negara Islam lebih berciri moral ketimbang ciri lainnya. Yang perlu ditegaskan adalah bahwa syariat Allah itu bertujuan memberikan kebahagiaan kepada manusia secara sepurna; tujuan hidup yang jelas, yaitu ibadah untuk mendapatkan ridha Allah SWT serta rasa aman dan kesejahteraan hidup. Hukum-hukum Islam dalam bidang pidana dan perdata sebenarnya merupakan sub-sistem. Tapi, dampak penerapan syariah tersebut pada penciptaan keamanan dan kesejahteraan hanya dapat muncul di bawah sebuah pemerintahan yang kuat. Hal itu bertumpu pada manusia. Hanya “orang kuat yang baik” yang bisa memberikan keadilan dan menciptakan kesejahteraan, bukan orang yang baik. Bagaimanapun, hanya orang kuat dan baik yang dapat menerapkan sistem Allah secara sempurna.
     Inilah makna hadits Rasulullah SAW “laki-laki mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada laki-laki mukmin yang lemah.” Alangkah dalamnya penghayatan Umar bin Khattab tentang masalah ini ketika berdoa, “Ya Allah lindungilah kami dari orang yang bertaqwa yang lemah dan tidak bertaqwa yang lemah dan tidak berdaya, dan lindungilah kami dari orang-orang jahat yang perkasa dan tangguh.” Inilah sesungguhnya misi gerakan Islam: melahirkan orang-orang baik yang kuat atau orang-orang kuat yang baik. [Anis Matta]

UNGKAPAN DAN PERIBAHASA

 Bahasa Indonesia memiliki kekayaan bahasa yang begitu banyak. Pada bahasan kali ini kita akan menuliskan ungkapan dan peribahasa dalam bahasa Indonesia. Coba kita lihat pengertian dari keduanya :

1. Ungkapan 

    Ungkapan atau idiom, yaitu perkataan atau kelompok kata yang khusus untu menyatakan sesuatu maksud dalam arti kiasan.

Contoh :

Ungkapan

Makna

Buah ratap

Isi ratapan

buah baju

kancing

buah tangan

Oleh-oleh, hasil karya

Buah pikiran

pendapat

buah bibir

Bahan percakapan

buah pena

Karangan

Buah hati

kekasih

Buah pinggang

ginjal



2. Peribahasa

Peribahasa  adalah kalimat atau perkataan yang susunannya tetap dan biasanya mengaiskan maksud tertentu. 

Peribahasa

Makna

1. Menerka ayam di dalam telor.

1. Memastikan sesuatu yang tidak mungkin dapat ditentukan.

2. Ayam dapat, musang pun dapat.

2. Berhasil menangkap pencuri berikut dengan barang curiannya.

3. Tangan mencencang, bahu memikul.

3. Siapa yang berbuat, dia yang bertanggung jawab.

4. Mencabik baju di dada.

4. Menceritakan aib sendiri kepada orang lain

5. Ada uang, ada barang.

5. Bila memiliki banyak uang, maka akan mendapatkan barang yang lebih baik.

6. Berjalan samapai ke batas, berlayar sampai ke pulau

6. Segala sesuatu hendaknya sampai pada maksudnya.

7. Bau busuk tidak berbangkai.

7. Fitnah yang tidak terbukti kebenaran

8. Bayang-bayang sepanjang tubuh, selimut sepanjang badan.

8. Bijaksana dalam memberi perintah, sesuai dengan yang diperintahkan.

9. Menjual bedil kepada kawan

9. Menyusahkan diri sendiri

10. Balik belakang lain bicara.

10. Merugikan teman sendiri, munafik.


Patung Jan Pieterszoon Coen di Batavia Dihancurkan Jepang pada 7 Maret 1943

   


Patung Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Jan Pieterszoon Coen
 saat masih berdri di Lapangan Singa, Batavia



 Subang- Pada hari ini tepat 79 tahun yang lalu, atau tepatnya 7 Maret 1943, patung ikonik Jan Pieterszoon Coen era penjajahan Belanda di Batavia dihancurkan oleh pihak Jepang. Patung yang berlokasi Lapangan Singa (kini: Lapangan Banteng) dihancurnya sebagai siasat mengambil hati kaum bumi putra. Siasat itu jitu. Kaum bumiputra banyak berpihak pada Jepang. Sebab, kaum bumi putra sudah kepalang benci dengan penjajah Belanda. Coen apalagi, ia adalah orang yang meletakan dasar kolonialisme di tanah nusantara.

    Coen adalah salah satu nama yang paling kesohor dalam lembar sejarah penjajahan Belanda di Indonesia. Pria yang menjabat Gubernur Jenderal VOC dua kali, 1619-1623 dan 1627-1629, dan digadang-gadang sebagai sosok berhasil  membawa VOC.

    Ia juga yang melanggengkan kekuasaan Belanda di Indonesia. Coen adalah pahlawan bagi penerusnya. Euforia itu bahkan berlanjut sekalipun Coen telah meninggal pada tanggal 21 September 1629,bahkan hingga ratusa tahun setelahnya. Pembuatan patung Coen di Lapangan Singa adalah salah satu bentuknya. 

    Patung setinggi 4,1 m itu langsung menjadi ikon Batavia. Pemerintah kolonial yang membangun patung itu sungguh yakin dengan kehadiran ikon baru tersebut akan membuat orang-orang Belanda terus mengingat kiprah dari pendiri Batavia.

    Perlu diketahui bahwa pada masa Coen setelah ia mendirikan Batavia,  pada tahun 1621 dia melakukan pemusnahan massal pada penduduk Banda, Maluku. Pada masa itu Coen melakukan pembantaian yang keji dengan informasi hampir kurang lebih 15.000 orang dibunuh pada masa tersebut. Penduduk Banda yang tidak terbunuh dalam perlawanan rakyat melawan VOC dibawa ke Batavia sebagai budak belian.

    Namun eksistensi patung Belanda berakhir pada masa penjajahan Jepang. Jepang memang ingin menghilangkan hal-hal yang berbau Belanda pada masa awal kekuasaannya. Bahasa Belanda dilarang digunakan, mengganti nama ruas jalan dan kota Batavia diganti menjadi Jacatra serta membongkar sejumlah patung, khususnya patung Coen. Semua itu dilakukan untuk mengambil hari rakyat bumiputra, dimana mereka sudah kepalang benci terhadap Belanda yang sudah melakukan penjajahan dan pemerasan selama ratusan tahun. Maka saat Jepang masuk, orang Belanda berada dalam stratata terendah dalam masyarakat.

Penulis : Lugina Sariama Lala Mugia, S.Pd.

Sumber : Buku Sejarah kebangkitan Nasional



Bali United Kokohkan Posisi Puncak Setelah Libas Persija Jakarta


     Pertandingan antara Bali United dan Persija Jakarta sudah banyak yang memprediksi akan berlangsung secara sengit, dimana Bali mempunyai target  untuk menjauhkan poin dari rival dibawahnya yaitu Persib Bandung, dan Persija Jakarta yang berjuang memperbaiki klasemen di papan tengah klasemen liga I BRI. Bermain di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, Bali pada hari minggu (6 Maret 2022) waktu malam WIB, pertandingan ketat tersaji dalam pertemuan Bali United dan Persija Jakarta (Macan Kemayoran). Kedua tim bermain secara baik  dengan pola bermain menyerang. Persija yang tanpa simic mengandalkan Taufik Hidayat untuk menjadi juru gedor, sementara Bali bermain dengan full tim. Gol pertama Bali di cetak oleh Spaso pada menit ke-34. Sementara Persija mampu menyamakan lewat pemain muda  Irfan Jauhari pada menit ke-76.  Gol penentu kemenangan untuk Bali United di cetak oleh Lerby  Eliandry pada menit ke- 83 yang mana gol itu memberikan tambahan 3 poin untuk Bali United sekaligus mengokokohkan posisi pemuncak klasemen dengan raihan 63 poin, selisih 3 poin dari Persib Bandung diposisi ke -2 dengan 60 poin. Ini menjadi kemenangan 6 kali beruntun bagi Bali United.

EJAAN DALAM BAHASA INDONESIA

Ejaan adalah keseluruhan peraturan tentang pelambangan bunyi ujaran dan hubungan antara lambang-lambang itu. Secara garis besar, ejaan berkaitan dengan pemakaian dan penulisan huruf, penulisan kata, penulisan unsur serapan dan pemakaian tanda baca. Menurut EYD, aspek-aspek yang perlu kita perhatikan berkaitan dengan penulisan kata antara lain  penulisan huruf, penulisan kata, penulisan unsur serapan dan pemakaian tanda baca. Pada bahasa sekarang kita akan membahas tentang penulisan huruf.

A. PENULISAN HURUF

    Dalam Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan penulisan huruf menyangkut dua masalah, yaitu (1) penulisan huruf besar atau huruf kapital dan (2) penulisan huruf miring.

1. Penulisan Huruf Besar atau Huruf Kapital

a.   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat

        Contoh: 

                    Dia siswa yang pandai.

                   Apakah Ahmad sudah berangkat?

                   Berhati-hatilah kalau kamu mau lewat sana.

 

b.   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.

        Contoh:

                    Lisa bertanya, "Mengapa anak-anak itu kelaparan?"

                   "Kemarin Dina pulang terlambat'," katanya.

                   "Besok pagi," Kata bu Karim, "dia akan terlambat."

 

c.        Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan, agama dan kitab suci, contoh:

                    Allah

                    Yang Mahakuasa

                    hambamu

                    Islam

                    Al-Qur’an

                    Injil

                    Kristen

                    Hindu

                    Budha

                    Konghucu

 

d.       Huruf Kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang. Contoh:

Rasulullah SAW

Nabi Issa

Imam Ali

Kiai Haji  Ahmad Dahlan

Raden Ajeng Kartini

Sultan Agung

 

e.        Huruf Kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai, contoh :

Ketua MPR Bambang Susatyo

Jenderal Andika Perkasa

Gubernur Jawa Barat

Departemen Keuangan

Kalimantan Tengah

 

f.         Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur orang. Contoh:

Ampere

Mohammad Yamin

Dewi Sartika

 

g.       Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku dan bahasa.

Contoh:

bangsa Indonesia

suku Sunda

bahasa Melayu

h.       Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari raya dan peristiwa sejarah. Contoh:

tahun Hijriyah

bulan Puasa

hari Jumat

Perang dunia III

 

i.         Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi, namun tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri. Huruf kapital tidak pula dipakai sebagai huruf pertama geografi yang digunakan sebagai nama jenis, contoh:

 

 

Asia Tenggara

           daerah tenggara

Bukit Barisan

           pergi ke bukit

Danau Toba

           air danau

Gunung Kelud

           puncak gunung

Jalan Sudirman

           di tengah jalan

Kali Berantas

           ikan di kali

Kota Ambon

           pisang ambon

Laut Jawa

           angin laut

 

j.         Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi kecuali kata seperti dan. Contoh:

Republik Indonesia

Majelis Permusyawaratan Rakyat

Menteri Kehakiman dan HAM

Keputusan Presiden Republik Indonesia

Undang-undang Guru dan Dosen

 

k.       Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata didalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan kecuali kata seperti di, ke, dari dan, yang, untuk yang tidak terletak pada posisi awal. Contoh:

Ia penulis buku Hak Gus Dur untuk Nyeleneh

Sudah dua bulan ayah berlangganan koran Republika.

Siswa itu sedang menyusun makalah berjudul “Hak-hak Anak dalam Keluarga”

 

l.         Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan.Contoh:

Dr.              (doktor)

M.Pd.          (magister pendidikan)

S.E.             (sarjana ekonomi)

S.S.              (sarjana sastra)

Prof.             (profesor)

Tn.               (tuan)

Ny.               (nyonya)

Sdr.              (saudara)

 

m.    Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.

 

n.       Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda. Contoh:

Sudahkan Anda tahu?

Surat Anda telah kami terima.

 

 

 

2.       Huruf Miring

a.        Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan.

Contoh:

buku Mukjizat salat dan doa

majalah Aku Anak Saleh

Koran Republika

 

b.        Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata.

Contoh:

        Huruf pertama kata abad ialah a.

        Dia bukan menipu, tetapi ditipu.

        Bab ini tidak membicarakan pemenggalan suku kata.

       

c.        Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menulis kata nama ilmiah atau ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya.

Contoh:

        Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana.

        Lalat buah, Drosophila melanogaster, memiliki 13.600 agen.



Mengenal Politik Dalam Islam

Ilmu atau teori politik Islam bersumber dan diderivasi dari Alquran. Mungkin ini dianggap klaim berlebihan, tetapi sebenarnya tidak juga. Se...