Dalam pendekatan proses menulis, penulis perlu menguasai
pengetahuan struktur bahasa yang meliputi pilihan kata, kalimat efektif, dan
paragraf efektif. Berikut ini uraian dari masing-masing aspek tersebut.
1. Pilihan Kata (Diksi)
Kata
adalah unsur bebas terkecil yang bermakna. Disebut sebagai unsur bebas terkecil
karena kata dapat berdiri sendiri, yakni diucapkan atau dituliskan secara
terpisah dari kata-kata yang lain (Suparno, 2003:23). Keraf (2004:21)
menyatakan bahwa kata merupakan suatu unit dalam bahasa yang memiliki
stabilitas inter dan mobilitas posisional, yang berarti ia memiliki komposisi
tertentu (fonologi atau morfologi) dan secara relatif memiliki distribusi yang
bebas.
Kalimat efektif merupakan satuan
bahasa (kata-kata) untuk menyampaikan pesan, gagasan, dan perasaan sesuai
dengan maksud penulis dan kaidah penulisan kalimat. Untuk itu, kalimat harus
memenuhi beberapa ketentuan, di antaranya adalah struktur kalimat harus benar,
pilihan kata tepat, hubungan antar bagian logis, dan ejaan harus benar.
Suparno (2003:23) mengungkapkan bahwa syarat kalimat efektif ada dua hal, yakni persyaratan kebenaran struktur (correctnes), dan pesyaratan kecocokan konteks (appropriacy). Persyaratan kebenaran bertolok ukur pada kebenaran kaidah bahasa. Kebenaran kecocokan bertolok ukur pada kecocokan atau kekompakan kalimat dalam konteks, baik konteks kebahasaan maupun konteks nonkebahasaan. Akhadiah (2003:116) menyatakan bahwa kalimat yang ditulis harus dapat memberi informasi kepada pembaca secara tepat seperti yang diharapkan oleh penulis. Untuk memahami keefektifan tersebut, kalimat efektif memenuhi enam syarat, yaitu adanya (a) kesatuan gagasan, (b) kepaduan (koherensi), (c) kesejajaran atau kepararelan, (d) ketepatan, (e) kehematan, dan (f) kelogisan.
3. Paragraf Efektif
Paragraf adalah suatu bagian dari bab
pada sebuah karangan yang penulisannya dimulai dengan baris baru (Kuncoro,
2009:72). Paragraf dikenal juga dengan nama lain alinea. Paragraf dibuat dengan
membuat kata pertama pada baris pertama masuk ke dalam (geser ke sebelah kanan)
beberapa ketukan atau spasi. Demikian pula dengan paragraf berikutnya mengikuti
penyajian seperti paragraf pertama.
Paragraf merupakan susunan beberapa kalimat atau satuan bahasa yang saling berhubungan dan padu. Kalimat-kalimat di dalam suatu paragraph hendaknya disusun secara sistematis, sehingga dapat dijelaskan hubungan antara kalimat yang satu dan kalimat yang lainnya dalam paragraf. Selain itu, paragraf merupakan satu kesatuan ide yang dirangkai dalam beberapa kalimat secara padu dan utuh.
Penulis : Lugina Sariama Lala Mugia, S.Pd
No comments:
Post a Comment